{getFeatured} $results={5} $label={recent} $color={#1abc9c}
Showing posts with the label Catatan Sunyi

Yang Luruh Menjelang Senja

A dakah momentum yang membuat kita benar-benar merasa merdeka, menyepelekan hal-hal yang dipenting-pentingkan dari dunia, lalu masuk ke dalam ceruk diri paling mutmainnah , dan dengan subtil merasa bahwa hari-hari kita semakin menua? Saya ker…

Berhenti Sejenak; Sebuah Refleksi atas Totalitas Diri

"Semua Ambisi itu sah kecuali yang mencapainya dengan cara melangar hak–hak dan kepercayaan orang lain". -Kata orang bijak. Adalah sesuatu yang wajar jika seseorang berusaha untuk menggapai apa yang dia inginkan. Sangat manusiawi jika wak…

Maka Nikmatilah, Karena Ini Pun Akan Berlalu

; sebuah catatan sunyi di ujung pagi* Saat di depanmu terhidang nasi sayur tahu tempe, mengapa mesti sibuk berandai-andai dapat makan ikan, daging atau ayam ala resto? Padahal kalau saja kau nikmati apa yang ada tanpa berkesah, pastilah rasanya tak …

Biarkan Cintaku Jadi Abu

Teruntuk seseorang Ada selentingan asa yang tiba-tiba berkesiur dalam benakku, bahwa kau datang dalam hidupku di saat yang tepat. Saat dimana kegetiran luka mencapai puncak kepedihannya. Meski tak pernah kau lihat buncahan airmata itu dalam rinai ma…

Antara Cinta dan Dusta

ɐʇsnp uɐp ɐʇuıɔ ɐɹɐʇuɐ Seberapa validkah kita mampu mengukur antara kesetiaan cinta dan logika dusta? Dalam bahasa yang lebih sederhana, bisakah kita mencintai seseorang sekaligus medustainya dalam waktu yang bersamaan? Pertanyaan ini mungkin terkes…

Ada Apa dengan Masa Lalu?

Teruntuk Rabi’ah Adawiyah Andai setiap jengkal perjalanan yang kita lalui mesti kita simpan dalam-dalam, sesobek kaos oblongpun tentulah memiliki riwayat yang panjang. Akan banyak file-file masa lalu yang berjejalan menyesaki memori kita yang terbat…

Akasahku : Risalah Sunyi Seorang Hany

Tulisan ini sebenarnya adalah tulisan sahabat saya, Hany Akasah, yang kemudian saya publiskan di blog ini. (Untuk Hany, mohon maaf atas kelancangannya karena memposting tanpa idzin). Bagi saya, tulisan ini bukan cuma pelajaran berharga, tetapi suda…

Ketika Perempuan Sedang Terluka : Sebuah Catatan untuk Hany

Saya tidak terbiasa menulis tentang perempuan secara vulgar, apalagi menyangkut dunia perasaan yang menyayat, ritme tangis yang menusuk, nestapa keputusasaan yang menyentak-nyentak naluri. Saya tidak terbiasa, karena dalam nalar kelelakian yang seja…

Ketika Kita Sakit, Tuhanlah yang Menyembuhkannya

Hampir satu setengah bulan saya tidak online. Kesenangan berselancar di dunia "antah-berantah" macet total. Banyak komentar yang tak sempat saya tanggapi. Banyak pertanyaan yang tak bisa saya jawab. Maka saat ini, saya ucapkan MOHON MAAF …

Ibu, Sungguh Aku Menyayangimu

Spesial untuk Ibuku di rumah (nun jauh di ujung timur pulau Madura) Prolog Kalau aku merantau Lalu datang musim kemarau Sumur-sumur pun kering Dedaunan pun gugur bersama reranting Hanya mata air, air matamu ibu Yang tetap lancar mengalir ………*) Bol…

Surabaya dan Banjir Musiman

Bukan Surabaya Kalau Musim Hujan Tidak Banjir "Ternyata banjir tak mungkin teratasi hanya dengan kata-kata dan janji ... .... " (Sobron Aidit :BANJIR) Sudah beberapa hari saya tidak meng-update blog yang paling saya cintai ini. Tugas kulia…

Tentangku Tentang Kegelisahanku

20 Oktober 2008 01:39 Jarum jam masih menuju ke titik nol ketika aku harus mengatakan dengan sejujur-jujurnya, bahwa pada hakikatnya, jiwaku teramat kosong. Sama seperti angka nol itu. Entah, aku takm begitu yakin bahwa aku benar-benar ada. Tapi, b…
OldestHomeNewest

Followers